Pertamina Hulu Indonesia Dukung Keberlanjutan Program CSR Sekolah Negeri Terapung di Wilayah 3T, Peraih Penghargaan Internasional
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus mendukung keberlanjutan Program Sekolah Negeri Terapung, sebuah program CSR unggulan yang membuka akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak wilayah pesisir di sekitar Delta Mahakam yang masuk kategori daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Program ini berlokasi di SMPN 6 Anggana, Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara. Baru-baru ini, Program Sekolah Negeri Terapung berhasil meraih pengakuan internasional dalam ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand, pada 23–24 April 2026, dengan predikat Platinum untuk kategori Excellence In Provision Of Literacy & Education Award.
SMPN 6 Anggana berlokasi
di wilayah ring 1 operasional South Processing Unit (SPU) PHM dan merupakan
satu-satunya sekolah menengah pertama di Desa Sepatin yang didirikan pada 2012.
Masyarakat mengenalnya sebagai “SMP terapung” karena lokasinya yang berada di
ujung Delta Mahakam dan berhadapan langsung dengan dinamika pasang surut Selat
Makassar. Akses menuju Desa Sepatin pun tidak mudah. Dari Kota Samarinda,
misalnya, perjalanan harus ditempuh melalui jalur sungai menggunakan kapal
kecil, menyusuri Sungai Mahakam sejauh kurang lebih 80 kilometer. Waktu tempuh
sekitar tiga jam, bergantung pada kondisi pasang surut air.
Tahun ini, PHM memberikan
bantuan berupa pembangunan gapura sekolah dan taman belajar yang secara resmi
diserahkan oleh manajemen PT Pertamina Hulu Indonesia, induk perusahaan PHM,
saat kunjungan ke lokasi program pada 28 April 2026 lalu. Kunjungan ini
merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk memastikan efektivitas
pelaksanaan program-program CSR di lingkungan Perusahaan, berupa kegiatan
monitoring and evaluation (monev) rutin. Pada kunjungan kali ini, manajemen PHI
juga melakukan penanaman mangrove yang diikuti oleh sejumlah siswa, guru, dan
masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir.
Senior Manager Relations
PHI, Handri Ramdhani, menjelaskan bahwa kegiatan monev ini bertujuan meninjau
langsung pelaksanaan program-program CSR, menemui para penerima manfaat,
mengidentifikasi hal-hal yang sudah berjalan baik, serta mencari solusi
bersama-sama jika ada kendala di lapangan. Melalui Program Sekolah Negeri
Terapung, PHI ingin mendukung perluasan akses dan peningkatan kualitas
pendidikan, mendorong semangat edupreneurship, serta menumbuhkan kesadaran
generasi muda pesisir terhadap pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi.
Handri mengapresiasi
kemajuan fasilitas belajar di sekolah pesisir, di antaranya ketersediaan
laptop, sumber listrik bertenaga surya, dan akses internet. “Kami mengapresiasi
dedikasi para guru yang mengajar di wilayah terpencil. Kepada para siswa,
manfaatkan kesempatan belajar ini sebaik mungkin sebagai bentuk penghargaan
atas perjuangan para guru,” tuturnya.
Menurutnya, program ini
dirancang untuk memperkuat akses pendidikan di kawasan perairan dan pesisir
Delta Mahakam melalui penyediaan sarana belajar, peningkatan kompetensi guru,
dan pengembangan ekosistem pendidikan di wilayah tersebut.
Program yang diinisiasi
pada 2022 dengan nama “Sekolah Rawa Hutan” bertransformasi menjadi “Sekolah
Negeri Terapung” pada 2024 seiring penguatan konsep dan perluasan dampaknya.
Memasuki tahun keempat implementasi pada tahun ini, program ini melangkah ke
fase pengembangan kedua yang mencakup sosialisasi Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5) serta edukasi bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
lainnya (NAPZA), regenerasi guru penggerak dari kalangan siswa lokal, program
magang dan transfer pengetahuan bagi sarjana pesisir, pengembangan kurikulum
berbasis muatan lokal, hingga pendampingan beasiswa bagi mahasiswa pesisir.
Kepala SMPN 6 Anggana,
Tandarman, mengungkapkan bahwa seluruh bantuan program telah berjalan dengan
baik dan memberikan manfaat nyata bagi sekolah. “Kami sangat terbantu karena
tidak bisa hanya mengandalkan anggaran desa,” ujarnya. Meski menghadapi keterbatasan,
Tandarman tetap mendorong guru dan siswa untuk terus berprestasi. Pada tahun
2022, upaya tersebut membuahkan hasil dengan meraih predikat Sekolah Adiwiyata
tingkat kabupaten. Tandarman menilai capaian itu tidak lepas dari peran
guru-guru muda yang aktif dan konsisten mengikuti program penguatan kapasitas
dari perusahaan.
Menurut Tandarman, program
CSR ini membuka peluang lebih luas bagi tenaga pendidik di sana. Salah satu
guru, Nurul Fitriana, berhasil meraih beasiswa Fulbright Distinguished Award in
Teaching Program for International Teachers dari Pemerintah Amerika Serikat
pada 2025. Ia berkesempatan mengikuti pelatihan, pengembangan profesi, dan
pertukaran budaya selama satu semester di Indiana University of Pennsylvania.
Menurut Nurul, ilmu yang diperolehnya selama program akan diimplementasikan
dalam proses mengajar dan pengembangan kurikulum. “Pencapaian saya ini berkat
dukungan dan bimbingan dari PHM saat proses aplikasi hingga seleksinya,”
ujarnya.
Nurul berharap, langkahnya
ini dapat memotivasi anak-anak didiknya untuk melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, pendidikan adalah salah satu cara membuka peluang kesuksesan.
“Saya berharap jauh di lubuk hati saya,
bahwa suatu saat nanti akan ada anak didik dari SMPN 6 Anggana, bercita-cita
menjadi guru untuk membangun Desa Sepatin ini menjadi tempat yang lebih baik
lagi aman dan nyaman untuk belajar dan bertumbuh bagi siswa dan siswi kami”
ungkapnya penuh harap.
Di tengah segala
keterbatasan fasilitas, siswa SMPN 6 Anggana mencatatkan prestasi luar biasa di
bidang seni lukis dan menggambar di tingkat internasional. Karya Ainun Nisa,
siswa Kelas 7, berhasil memenangkan lomba menggambar bertemakan alam yang
diselenggarakan oleh Wildlife Foundation dalam ajang Tushar Non-Less dan Nature
for All. Karyanya terpilih untuk dipamerkan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
(UEA), pada Oktober 2025 setelah menyisihkan peserta dari berbagai negara.
Siswa lainnya, Idul, pernah meraih prestasi sebagai Juara 1 Perwakilan
Indonesia dalam ajang Fish Art Contest (Lomba Menggambar Ikan) yang diadakan
oleh Wildlife Forever Amerika Serikat pada tahun 2023.
Dalam kunjungan ke Sekolah
Negeri Terapung, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan,
menjadi narasumber dalam sesi Kelas Inspiratif. Di hadapan para siswa, ia
menekankan pentingnya kedisiplinan dan konsistensi untuk mewujudkan cita-cita.
Menurutnya, keberhasilan bukan sekadar masalah keberuntungan, melainkan hasil
dari sebuah komitmen yang kuat dan usaha yang konsisten.
Dony pun menegaskan
komitmen Perusahaan untuk terus menyelenggarakan program-program CSR di bidang
pendidikan. “Di PHI, kami meyakini pendidikan sebagai salah satu fondasi utama
untuk membangun masyarakat yang mandiri dan berwawasan luas, serta masa depan
yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.(pk)